Senin, 20 April 2009

Jawaban Pertanyaan dari Tito

1. Bagaimana pandangan teman-teman sekalian terhadap angkatan atas kalian (2006 khususnya)?
Pandangan Saya pribadi terhadap angkatan atas sebagai sahabat, keluarga, dan panutan. Mengapa Saya sebut begitu, karena angkatan atas adalah tempat untuk bertanya jika memiliki kesulitan. Sahabat untuk bersama-sama meluangkan waktu untuk bersenang-senang, serta keluarga tempat berbagi.

2. Apa rencana teman-teman jika terpilih nantinya dalam 'menggunakan' resource 2006?
Angkatan atas (2006 pada khususnya) adalah angkatan yang mengetahui sejarah serta seluk-beluk himpunan pada kepengurusan sebelumnya. Selain itu angkatan atas juga memiliki pengalaman yang cukup untuk dijadikan referensi serta tempat bertanya dan meminta saran jika terdapat hal yang pernah terjadi atau untuk meminta arahan untuk mencegah hal yang tidak diharapkan. Jika angkatan atas berkenan mungkin bisa memberikan ilmunya kepada kami.

Sabtu, 18 April 2009

Jawaban pertanyaan dari Saudari Gressia

1. Bagaimana kepemimpinan ideal menurut anda? Bisa dikaitkan dengan kepemimpinan anda nantinya di divisi/biro bersangkutan.
Kepemimpinan ideal adalah kepemimpinan dimana bawahan yang dipimpin merasa nyaman, merasa dihargai dan bisa bebas menyuarakan pendapatnya
Selain itu, kepemimpinan yang ideal akan menghasilkan pemimpin yang bisa menganti dirinya nanti dengan kemampuan yang minimal sama
Kepemimpinan ideal juga dapat menurunkan nilai ke bawahannya

2. Menurut temen2, gimana kepemimpinan anda sebagai kadiv/kabir nantinya bisa mempengaruhi HMIF secara keseluruhan (menuju HMIF ideal)?
Dengan kepemimpinansaya sebagai kadivpro, diharapkan dapat memfasilitasi massa HMIF untuk mengembangkan sisi keprofesiannya sehingga kebutuhan massa bisa terpenuhi
Dengan itu diharapkan juga sisi keprofesian massa bisa ditingkatkan

3. Hal apa yang akan anda pertahankan dari kepengurusan sekarang di kepengurusan anda nanti jika terpilih jadi kadiv/kabir? (bisa skala HMIF secara general ataupun terbatas div/biro terkait aja)
Hal yang dipertahankan adalah proyek, karena proyek yang dikerjakan divpro di kepengurusan Dwinanto Cahyo bisa menjadi penyokong dana HMIF
Selain itu, pelatihan dan seminar yang meningkatkan skill keprofesian massa juga tetap diadakan dengan melihat animo massa

4. Hal apa yang paling ingin anda perbaiki dari kepengurusan sebelumnya dan bagaimana?
Penyamarataan kesempatan dimana setiap anggota mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan memenuhi kebutuhannya
Rasa kepemilikan divpro yang kurang dan motivasi untuk berhimpunan.

5. Sekarang dengan adanya aturan pembagian hasil antara pekerja proyek dan HMIF, dikhawatirkan dapat memicu daya dorong (kebalikan daya tarik,hehe) alias penurunan minat massa (calon pekerja proyek) untuk mengerjakan proyek yang diakomodasi oleh HMIF.Nah, untuk membackup hal ini, daya tarik apa yang terpikir oleh temen2 untuk menaikkan kembali "nilai jual" proyek yang diakomodasi oleh HMIF lebih dari proyek luaran yang tidak diakomodasi oleh HMIF?
Proyek disini lebih dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan diri anggota dimana pekerja proyek mendapatkan tambahan imbalan uang. Jika memang motivasi dar seseorang mengerjakan proyek adalah mendapatkan uang, maka cara yng baik adalah menaikkan nilai proyek, karena dengan membagi upah proyek dengan HMIF dapat menyadarkan massa bahwa cara berkontribusi ke HMIF bisa salah satunya dengan cara mengerjakan proyek.

6. Apakah HMIF sudah dirasa perlu memiliki kemandirian hukum? Kenapa?
Jika dilihat dari masalah pendanaan perlu, sebab dengan dijadikannya badan hukum, HMIF bisa mengikuti tender proyek sehingga nilai proyek semaikn tinggi yang bisa meningkatkan semangat massa untuk mengerjakan proyek

Jawaban pertanyaan dari Bung Adipurwanto

0. Standar lah...kenapa teman-teman mengajukan diri menjadi cakadiv/cakabir?
Untuk memajukan divpro pada khususnya dan HMIF pada umumnya
Karena di divpro pada masa kepengurusan Tito Daniswara saya rasa anggota divpro belum semuanya mendapat kesempatan yang sama dan merata dan juga tidak semua keinginan dan kebutuhan anggota terpenuhi, saya ingin mencoba memfasilitasi itu, sehingga diharapkan dapat membantu HMIF ke depannya, salah satunya dengan peningkatan skill keprofesian

1. Apa arti HMIF menurut rekan-rekan sekalian?
HMIF adalah himpunan dimana mahasiswa berhimpun dan memenuhi hak dan kewajibannya sebagai konsekuensi dari menjadi anggota himpunan serta sarana untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah kuliah

2. Apa arti jaket himpunan menurut rekan-rekan sekalian?
Jaket himpunan adalah identitas kita sebagai anggota biasa HMIF dimana mencirikan bahwa kita merupakan anggota yang menjunjung nama baik himpunan dan juga suatu ciri khas pembeda kita.

3. Apa yang rekan-rekan sekalian ketahui tentang KM ITB?
KM ITB adalah organisasi kemahasiswaan terpusat di ITB yang memfasilitasi semua mahasiswa ITB untuk mengembangkan diri dan belajar berorganisasi

4. Sudahkah rekan-rekan menggunakan hak pilih dalam pemilu KM-ITB?
Sudah

Jawaban pertanyaan dari Saudara Prana

1. Apa motivasi anda menjadi cakadiv keprofesian?
Untuk memajukan divpro pada khususnya dan HMIF pada umumnya
Karena di divpro pada masa kepengurusan Tito Daniswara saya rasa anggota divpro belum semuanya mendapat kesempatan yang sama dan merata dan juga tidak semua keinginan dan kebutuhan anggota terpenuhi, saya ingin mencoba memfasilitasi itu, sehingga diharapkan dapat membantu HMIF ke depannya, salah satunya dengan peningkatan skill keprofesian (sama seperti jawaban untuk saudara anto)

2. Kenapa menurut anda, harus ANDA yang menjadi cakadiv keprofesian?
Karena menurut saya di divpro sendiri sekarang awareness teman-teman saya yang lain kurang dan ada pula yang fokus ke hal lain, sehingga saya memutuskan untuk menjadi kadivpro dengan pertimbangan bahwa saya bisa mencurahkan waktu saya untuk divpro.

3. Kejaran mana yang akan lebih anda capai, proyek atau pelatihan?
Pelatihan ini menurut saya bukanlah program kerja yang murni tanggung jawab divpro melainkan merupakan turunan dari kerjasama dengan divisi PSDA, dimana pelatihan adalah sarana untuk mengembangkan anggota yang pemberi materinya adalah dari divpro, sedangkan proyek adalah program kerja yang memang ada di divpro dengan tujuan utama membantu dana HMIF, yang tentunya penting. Jika disuruh memilih yang mana, sebetulnya pelatihan juga melihat animo massa dimana pelatihan belum tentu ada setiap minggu atau bahkan hari, bergantung kepada kebutuhan massa dan proyek sendiri juga bergantung pada order juga. Jadi, yang ingin dicapai adalah dua-duanya secara sinergis.

Jawaban pertanyaan dari Kak Lovinta

1. Isu pengotak-kotakan divisi biro kayanya udah lama banget ada. Bagaimana pandangan teman-teman mengenai isu ini? Jika memang isu ini benar, bagaimana mengatasinya?
Isu ini dapat diatasi dengan lebih seringnya ada program kerja yang tidak hanya melibatkan satu divisi atau iro saja, dengan hal tersebut diharapkan hilangnya rasa bahwa suatu kegiatan milik satu divisi/biro saja dan melibatkan orang dari berbagai divisi/biro agar setiap orang punya rasa memiliki terhadap divisi/biro lain

2. HMIF adalah organisasi yang anggotanya mengalir (tiap tahun ada yg keluar, ada anggota baru masuk). Bagaimana strategi teman-teman dalam menjamin tersampaikannya pengetahuan dari anggota yang lebih berpengalaman ke anggota lainnya?
adanya kaderisasi internal serta penyamarataan kesempatan dan memfasilitasi untuk pengemabangan diri anggota, diharapkan dengan itu semua anggota bisa mendapatkan hal yang sama serta bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

Jawaban pertanyaan dari Dellyna

misalnya kalian nanti kepilih jadi Kadiv/Kabir tapi ternyata temen2 sedivisi kalian sebenarnya tidak mengharapkan bahwa kalian yang memimpin mereka dan mereka malah memilih untuk "invisible" saja di himpunan..
Ini cuma misalnya kan, semoga tidak sampai kejadian. Saya akan coba mengetahui alasan dia invis itu sebenarnya apa, apa memang karena saya yang menjadi kadiv atau karena hal lain. kalo memang karena saya alasannya maka akan saya lakukan pendekatan secara personal untuk menyelesaikan masalah ini dan juga memperbaiki diri saya jika memang kesalahan terletak pada diri saya.

Selasa, 10 Maret 2009

Apalah arti sebuah nama

Ya, apalah arti sebuah nama?

Ucapan tersebut dikemukakan oleh seorang filsuf jaman dulu yang mencirikan tidak pentingnya sebuah nama. Disisi lain, nama merupakan suatu hal yang sangat-sangat penting dan memiliki peranan sebagai pembeda antara satu dan yang lain.

Jadi apa arti sebuah nama?

Apakah sebuah nama hanya seperti sebuah variabel dummy dalam notasi sigma?
Atau variabel temporer dalam algoritma insertion sort yang bisa diganti sesuka hati?

Contohnya apa?

Namapun menjadi sesuatu yang penting setelah anak STI menyebut diri mereka HMII, adapula yang menyebut IST-ers, HaMeSTI (aneh!?), HaMaIST (mirip Gamais ya?), MIST (ilang kayak kabut), MII (cem avatarnya nintendo Wii), HMIST, dll (ini bukan sebutan, cuma dan lain-lain)...

Jadi, seberapa berartikah namamu?